Minggu, 18 Januari 2009

THE JOURNEY





Yaa ayyuhalladziina aamanuu..faidzaa qudiyatishsholah fantashiruu fil ardh..
Diiringi keyakinan bahwa Allah senantiasa melimpahkan rahmat bagi orang-orang yang berperjalanan..
Diiringi keyakinan bahwa Allah senantiasa mengabulkan do'a orang-orang yang safar..
Diiringi pro dan kontra atas sebuah keputusan kontroversial..
Diiringi Basmalah..
Dimulailah petualangan ini, bagaikan sebuah mission impossible, untuk menanamkan jiwa penuh pergerakan sejak usia dini..
Karena berhenti bergerak.. berarti mati
Yogyakarta..we're coming..
Maka sore itu keempat mujahid sibuk menyiapkan perbekalannya...karena mereka tahu sang ummi tidak akan bertanggung jawab jika ada perlengkapan yang tertinggal...
Kurang baju berarti telanjang, tidak ada jeket berarti kedinginan, tidak ada makanan berarti lapar..
Bahu membahu..saling mengingatkan, saling menolong..
Subhanallah..ternyata anak-anak sekecil itu sangat terampil mengepak kebutuhan mereka, hingga perjalanan dapat dilakukan tak kurang suatu apa
Dalam kondisi lelah akibat kurang tidur beberapa malam..
Dalam situasi buta peta jawa tengah
Dalam kecemasan karena dalam perjalanan yang pendek pun selalu ada yang mabuk
Dalam suasana yang sedikit kacau balau
Bismillahi
Perjalanan di mulai..
Awal perjalanan sungguh menggembirakan, berceloteh, bersemangat..
Seperlima perjalanan mulai ada yang mengeluh pusing
Seperempat perjalanan mulai bertengkar
Sepertiga perjalanan mulai mengeluh mual
Setengah perjalanan sudah begitu lelah..
Masya Allah...apakah perjalanan ini layak dilanjutkan?
Faidza azzamta fatawakkal 'Alallahi
Dengan menguatkan hati,  menembus hutan selatan jawa yang gelap gulita..
Menguatkan para mujahid cilik tentang fadhillah safar
Subhanallah..
Disambut kembang api dan tiupan terompet di seluruh pelosok kota
Kami tiba di kota budaya Yogyakarta...
Dalam keadaan sehat, tak seorang pun mabuk...
Menggugurkan kewajiban sebagai warga negara untuk mengunjungi Borobudur..
Panas matahari begitu terik menerpa
Menapak jalan berliku menuju dataran tinggi Dieng yang eksotis..
Dingin betul-betul menusuk tulang
Mengunjungi keraton dan memperhatikan masyarakat Yogya dengan berbagai kekhasannya..
Makan di warung yang juga menampilkan musisi jalanan..
Maka perjalanan itu begitu penuh makna..
Belajar berkompromi dengan suhu yang tak biasa
Belajar berkompromi dengan hidangan yang tak biasa
Belajar berkompromi dengan rasa lelah dan asing
Saling menghargai, saling berbagi, dan saling membantu
Mengagumi ciptaan manusia yang diberi akal oleh Allah
Mengagumi ciptaan Allah yang tak mungkin tertandingi
Dan perjalanan pulang tak kalah mendebarkan 
Dan kami pun menaklukan perjalanan..
Sebagai bekal untuk perjalanan berikutnya..
Dalam medan yang mungkin lebih sulit 
Dan tak dapat diduga..
Bismillahi tawakkaltu 'alallahi laa haula wa laa quwwata illa billahi



0 komentar: