Jenis penghutang pun beragam...mulai dari yang bener-bener butuh sampe yang ga bisa menahan hawa nafsu
Selanjutnya, ada jenis penghutang yang ga tenang kalo punya hutang..so dia berusaha keras supaya hutangnya bisa lunas..baik dengan bekerja keras ataupun melobi pemilik piutang untuk 'memutihkan' hutangnya.
Ada juga yang ga bayar hutang, bisa karena ga sanggup bayar, atau emang ga pengen bayar.
Yang ga pengen bayar bisa berlagak ga punya hutang, cuek kalo ketemu, seringnya pura-pura ga kenal...bahkan yang paling jelek...berlaku sombong sama yang ngutangin (ini dialami tukang sayur langganan saya...kasian dia!!). Yang kayak gini sih kita serahkan sama Allah saja, biar Dia yang menghisab di akhirat kelak.
Yang ga sanggup bayar, mendapat perlakuan beragam..ada yang diputihkan hingga bebas dari hutang, dibayari saudaranya, disita assetnya, diterror para pemilik piutang and debt collector, di tangkep polisi, digebukin beramai-ramai, dipenjara, atau akhirnya meninggal dunia karena stress dan penyakit jantung..
Akhirnya terjadilah kutub ekstrim...antara orang yang selalu berhutang, bahkan membayar hutang dengan hutang baru (galub tulub) dan orang yang tidak mau berhutang sama sekali...
Mana yang lebih baik??
Yang berhutang hidupnya tidak tenang karena punya banyak hutang..but yang ga berhutang sama sekali juga ternyata hidupnya tidak tenang karena ga punya barang ... bahkan bisa merusak rumah tangga juga :(
So yang paling bijaksana adalah memanage hutang agar bisa kita manfaatkan secara optimal untuk meraih kebahagiaan dunia akhirat... :D
Naah...ini sekedar tips DO dan DON'T dalam berhutang
1. DON'T : berhutang untuk hal yang tidak diperlukan...
DO : pikirkan manfaat barang sebelum memutuskan berhutang
(contoh : sudah jelas sih...tapi tetep aja...)
2. DON'T : berhutang melebihi asset/harta yang dimiliki
DO : pastikan asset/harta yang dimiliki saat ini sanggup menutup hutang kita
(contoh : KPR rumah adalah jenis hutang yang 'aman', karena nilai asset rumah biasanya lebih tinggi dari nilai hutang. Kredit kendaraan adalah jenis beresiko, karena nilai kendaraan langsung drop 20% dari nilai belinya begitu dipakai pertama kali..jadi sebelum kredit kendaraan, pastikan ada harta lain yang setara dengan 'nilai jatuh' kendaraan tersebut, misalnya rumah, uang atau emas)
3. DON'T : Jumlah cicilan lebih dari 30% penghasilan
DO : Jumlah cicilan maksimal 30% penghasilan
(jika penghasilan 10jt, maka total cicilan yang direkomendasikan maksimal 3jt rupiah saja)
4. DON'T : mencicil lebih lama dari manfaat barang
DO : mencicil barang yang manfaatnya lebih lama dari waktu mencicilnya.
(contoh : beli susu bayi dicicil 12 bulan.. kan susunya habis dalam waktu 1 bulan..masa bulan depan beli lagi dicicil lagi???Atau belanja lebaran dicicil 12 bulan..belum habis cicilan sudah masuk lebaran baru (karena lebaran selalu maju). Kalau mencicil barang elektronik berusia 10 tahun dicicil 12 bulan...it's OK
5. DON'T : berhutang untuk barang yang tidak produktif/habis
DO : pikirkan cara agar barang yang kita beli memberikan penghasilan tambahan.... MINIMAL... untuk membelinya.
(contoh : beli hp sedapat mungkin dimanfaatkan untuk menambah penghasilan, bisa jualan pulsa, jualan online atau meningkatkan nilai bisnis. Atau beli motor untuk menghemat ongkos angkot..kalau jelas lebih hemat)
6. DON'T : berhutang untuk mengganti barang yang SUDAH dimiliki, apabila barang yang baru TIDAK MEMILIKI nilai tambah bagi BARANG yang lama
DO : ganti barang lama yang sdah mengganggu dan menghabiskan uang/energi dengan barang baru yang lebih hemat dan lebih produktif.
(contoh : kalau punya motor yang hanya dipake pergi dan pulang kantor, sisanya diparkir, dan tidak pernah mogok, jangan ganti motor lama dengan motor baru hanya karena bosan/tergoda. Tapi, kalau motor dipake anter barang/ojek, sudah turun performancenya dan mengganggu mata pencaharian, segera ganti jangan ragu-ragu)
7. DON'T : berhutang dengan niat tidak membayar..DOSA..Harta yang kita dapat dengan cara itu tidak akan berkah..menyulitkan di dunia dan akhirat
DO : Berhutang dengan itikad baik, penuh tanggung jawab
8. DON'T : licik dalam berhutang, tidak tahu berterima kasih
DO : Hormati dan balas budi orang yang kita hutangi, walaupun dia tidak meminta
(contoh : jika hutang kita gunakan untuk bisnis dan menghasilkan, sudah selayaknya orang yang memberi hutang mendapatkan bagian dari hartanya...jangan dimakan/disembunyikan sendiri. Yang terbaik adalah menggunakan sistem bagi hasil untuk usaha, bukan dengan pinjam meminjam)
9. DON'T : berhutang dengan niat tidak membayar..DOSA..Harta yang kita dapat dengan cara itu tidak akan berkah..menyulitkan di dunia dan akhirat
DO : Berhutang dengan itikad baik, penuh tanggung jawab
Nah..dengan mengikuti panduan berhutang, insya Allah kita bisa mengelola perekonomian kita dengan lebih nyaman...
So...Jangan takut berhutang :P

0 komentar:
Poskan Komentar